Pengertian Hipotesis: Jenis, Tahap Penyusunan dan Fungsinya

Pengertian Hipotesis merupakan suatu bentuk  jawaban sementara yang muncul terhadap suatu masalah yang masih bersifat dugaan atau asumsi sehinnga perlu diuji lagi kebenarannya. Melalui hipotesis tersebut seorang peneliti dapat menyampaikan jawaban sementara atas masalah-masalah yang sedang atau akan  ditelitinya.

Selain itu, adanya hipotesis penelitian, peneliti dapat mengatakan sekaligus membuktikan apakah suatu teori yang sudah pernah ada dapat diterima atau tidak pada saat kondisi saat ini.

Misalnya teori yang menyatakan bahwa ketika seseorang memiliki pendapatan tinggi, maka tingkat konsumsinya pun juga tinggi, teori tersebut dapat diterima jika peneliti dapat menemukan hasil yang mendukung dan hasil yang signifikan terhadap teori. Disini peneliti juga dapat menentukan apak teori sebelumnya tersebut masih relevan jika di terapkan pada kondisi yag seperti ini.

Secara umunnya pengertian atau definisi hipotesis yang lebih ringkasnya adalah sebuah asumsi yang disertai dengan kesimpulan sementara dari peneliti. Definisi tersebut lebih sering digunakan dalam pembelajaran pada materi perkuliahan metode penelitian untuk memberikan gambaran tentang apa maksud dari hipotesis yang sebenarnya.

Perlu diketahui bahwa ciri utama dari hipotesis yaitu adanya perbandingkan antara dua variabel atau lebih. Jadi bisa dikatan bahwa hipotesis tidak bisa terjadi tanpa adanya variabel pendukung dalam penelitiannya. Jika Anda belum mengetahui apa itu variabel,  Variabel disini diartikan sebagai sebagai suatu bagian yang memiliki keterkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Agar lebih jelasnya berikut ini akan diuraikan lebih jelas tentang definisi hipotesis menurut para ahli:

  1. Menurut Kerlinger, Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang berupa asumsi atau dugaan sementara yang berkaitan dengan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  2. Menurut Mundilarso, pengertian Hipotesis adalah suatu bentuk pernyataan yang sifatnya masih sangat lemah, sehingga perlu dilakukan pengujian lagi untuk membuktikannya lagi dengan teknik atau analisis tertentu.
  3. Dr. S. Nasution menyatakan bahwa hipotesis adalah dugaan atau asumsi tentang sesuatu yang sedang diteliti atau diamati dengan tujuan untuk mengetahui kebenarannya.
  4. Menurut Suharsimi Arikunto,
    Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap suatu permasalahan yang muncul dalam suatu penelitian hingga mencari bukti-bukti melalui pengumpulan data-datanya.
  5. Menurut Sugiyono
    Hipotesis disini gunakan membuat jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalahnya disusun dalam bentuk pertanyaan.

Secara umum arti kata hipotesis sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu Hypoyang memiliki arti di bawah, sedangkan Thesisberarti pendirian, kepastian dan suatu pendapat yang ditegakkan. Sehinnga secara ilmiah hipotesis diartikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku secara sadar, terarah dan teliti.

Jenis-Jenis Hipotesis

Ada dua jenis hipotesis yang sering digunakan dalam penelitian, yaitu sebagai berikut:

  1. Hipotesis Deskriptif
    Jenis hipotesis ini bersifat implisist atau cenderung tersembunyi. Karena ciri utama deksriptif maka tidak salah jika ciri utama jenis hipotesis ini yaitu bersifat atau bertujuan untuk  memberikan gambaran sebenarnya mengenai sampel penelitian.
  2. Hipotesis relasional
    Berbeda dengan hipotesis deskriptif yang memiliki sifat implisit atau cenderung tersembunyi, jenis hipotesis ini lebih bersifat ekplesit atau terbuka dimana hipotesis ini yang menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Tahap-Tahap Penyusunan Hipotesis

Perlu Anda ketahui bahwa dalam penentuan hipotesis perlu dilakukan beberapa tahapan agar dalam penyusunannya lebih memudah peneliti. Secara umum tahap-tahap penyusunan hipotesis adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Masalah

Hal utama yag perlu dilakukan sebelum menyusun suatu hipotesis yaitu terlebih dahulu memntukan masalah apa yang ingin dilakukan. Biasanya permasalah tersebut masih belum begitu jelas atau tidak dapat diterangkan oleh hukum atau teori tertentu. Penentuan masalah ini biasanya dilakukan karena bersifar urgent atau sangat penting untuk diteliti.

2. Menentukan Hipotesis Awal

Hipotesis awal disini merupakan suatu dugaan atau asumsi terhadap suatu masalah yang terjadi. Perlu Anda ketahui bahwa dalam penyusunan hipotesis awal ini dianggap penting karena tanpa adanya tahap ini pengamatan tidak akan terarah karena fakta-fakta yang ditemukan dirasa masih belum cukup untuk mendukung hasilnya. Sehingga hal tersebut akan mengganggu jalannya penelitian.

3. Mengumpulkan fakta-fakta yang bersifat relevan

Tahap ketiga dalam penyusunan hipotesis adalah pengumpulan fakta. Dalam suatu penelitian ilmiah pengumpulan fakta menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu perlu dilakukan pengumpulan fakta-fakta yang relevan sesuai dengan lapangan yang jumlah yang tidak terbatas. Peneliti bebas mencari fakta yang sebanyak mungkin untuk mencari kebenaran penelitiannya.

4. Formulasi hipotesis

Setelah dilakukan pengumpulan fakta, tahap selanjutnya adalah membandingkan fakta-fakta yang ada yang kemudian mencari yang benar-benar relevan dengan penelitiannya.

5. Pengujian Hipotesis

Pengujian di sini maksudnya mencocokkan hipotesa-hipotesa yang sudah disesuaikan dengan keadaan yang dapat diamati atau sering didengar dengan istilah verifikasi atau pembenaran. Setelah dilakukan pengujian maka akan ditemukan apakah hipotesis awal tersebut dapat terbukti sesuai atau cocok dengan fakta.

Namun jika fakta-fakta yang ditemukan di lapangan tidak sesuai dengan hipotesa nya maka hasil penelitian bisa disebut falsifikasi. Sedangkan untuk hipotesa yang tidak terbantahkan lagi oleh dfakta disebut dengan koroborasi. Perlu diketahui bahwa hipotesa yang sering mendapatkan hasil konfirmasi atau kolaborasi maka dapat disebut sebagai teori.

6. Penerapan

Penerapan ini merupakan tahapan terakhir karena pada tahap ini hasil hipotesis sudah dapat diketahui.

Fungsi Hipotesis dalam Penelitian

Seperti yang sudah disampaikan bahwa makna hipotesis sendiri merupakan suatu asumsi atau dugaan dalam memandang suatu masalah yang selanjutkan dilakukan uji untuk mengetahui benar atau tidaknya hipotesa tersebut. Namun kita belum begitu tahu dengan pasti apa sebenarnya fungsi dilakukan hipotesis. Banyak sekali para ahli yang telah mengungkapkan pendapatnya tentang fungsi dari sebuah hipotesis. Berikut ini beberapa pendapat ahli tentang fungsi utama hipotesis dalam suatu penelitian.

  1. Menurut Ary Donald, dalam penelitiannya tahun 2000 menyatakan bahwa fungsi dari hipotesis yaitu memberikan penjelasan dan gambaran tentang gejala-gejala yang terjadi sehingga akan menghasilkan asumsi atau dugaan semantara. Selain itu hipotesis juga berfungsi memberi arah pada suatu penelitian.
  2. Menurut Prof. Dr. S. Nasution (2000)mengatakan bahwa hipotesis berfungsi untuk menguji kebenaran teori-teori yang sudah pernah ada. Selain itu Dr. S. Nasution juga mengatakan bahwaa fungsi hipotesis bisa memberikan gagasan baru yang bisa digunakan ntuk mengembangkan suatu teori.

Secara umum fungsi utama hipotesis yaitu memberikan penjelasan suatu masalah, menguji hubungan antara variabel-variabel yang di gunakan, memerikan arah mau dibawah kemana arah penelitian yang diharapkan, dan selanjutnya akan memudah peneliti dalam menyusun hasil dari penelitian yang dilakukan.

Itu tadi sekilas uraian singkat tentang pengertian, jenis-jenis, tahap-tahap dan fungsi dari hipotesis. Semoga sedikit uraian tersebut bisa memberikan sedikit informasi dan dapat membantu Anda untuk memahami masalah tentang pengertian hipotesis yang sebenarnya.

Leave a Comment